OpenAI Minta Pengadilan Tolak Gugatan Rahasia
Dagang dari xAI
Perseteruan antara OpenAI dan perusahaan milik Elon Musk, xAI, kembali memanas. OpenAI secara resmi mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk menolak gugatan yang dilayangkan xAI terkait dugaan pencurian rahasia dagang.
Dalam gugatan yang diajukan bulan lalu, xAI menuduh OpenAI secara agresif merekrut karyawan mereka dengan tujuan mengambil rahasia dagang di balik pengembangan chatbot Grok, pesaing langsung ChatGPT.
Namun OpenAI membantah keras tuduhan tersebut. Menurut mereka, karyawan memiliki hak penuh untuk berpindah kerja secara legal, dan tidak ada bukti bahwa rahasia dagang xAI digunakan. OpenAI menyebut langkah hukum Musk sebagai bentuk “pelecehan berkelanjutan” yang hanya mengganggu fokus mereka pada riset AI.
Konteks Persaingan
xAI: Perusahaan yang didirikan Elon Musk pada 2023, mengembangkan chatbot Grok yang diintegrasikan dengan platform X (Twitter).
OpenAI: Pengembang ChatGPT, dengan dukungan kuat dari Microsoft, saat ini menjadi pemimpin global di pasar AI generatif.
Tuduhan sebelumnya: xAI juga menuding Apple dan OpenAI berkolusi untuk menghambat kompetisi di sektor AI.
Dampak Industri
Kasus ini mencerminkan persaingan sengit di industri AI generatif. Perebutan talenta, teknologi, dan dominasi pasar semakin intens, terutama antara pemain besar seperti OpenAI, Anthropic, Google DeepMind, dan kini xAI.
Meski belum jelas keputusan pengadilan, sengketa hukum ini menunjukkan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh inovasi teknologi, tetapi juga oleh pertarungan hukum dan regulasi.





