Foxconn Siapkan Investasi Rp 22 Triliun untuk Bangun Superkomputer dan Klaster AI di Taiwan
Raksasa manufaktur teknologi Foxconn mengumumkan rencana besar: investasi hingga US$1,37 miliar (sekitar Rp22 triliun) untuk membangun klaster komputasi AI dan pusat superkomputer di Taiwan. Langkah ini menandai perubahan besar arah bisnis perusahaan yang selama ini dikenal sebagai pembuat iPhone, menuju dunia komputasi cerdas dan infrastruktur AI global.
Pusat komputasi baru ini akan menjadi jantung dari ekosistem baru Foxconn, menyediakan daya komputasi raksasa untuk mendukung pengembangan kecerdasan buatan generatif, kendaraan otonom, dan Internet of Things (IoT). Proyek ini juga dirancang untuk memperkuat posisi Taiwan sebagai pemain utama dalam rantai pasok teknologi global di tengah meningkatnya permintaan chip dan data center bertenaga AI.
Menurut laporan Reuters (28 Oktober 2025), fasilitas tersebut akan dibangun secara bertahap, dengan fokus utama pada efisiensi energi dan keberlanjutan. Foxconn menargetkan penggunaan chip AI hemat daya dan sistem pendingin inovatif untuk mengurangi emisi karbon, sejalan dengan tren green computing yang kini menjadi perhatian besar industri.
Tak hanya itu, Foxconn juga dikabarkan menjajaki kerja sama dengan sejumlah perusahaan teknologi besar seperti NVIDIA dan AMD, untuk memperkuat infrastruktur GPU dan mempercepat pelatihan model AI skala besar.
Langkah ini mencerminkan bagaimana perusahaan manufaktur tradisional kini bertransformasi menjadi penyedia solusi teknologi masa depan — dari pabrik perangkat keras menuju hub kecerdasan buatan global.
Dengan proyek ini, Taiwan tidak hanya mempertahankan perannya sebagai “jantung chip dunia”, tetapi juga memperluasnya menjadi pusat AI Asia yang strategis.





